Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hiv Singkatan Dari Human Immunodeficiency Virus

Penjelasan Perbedaan Mendasar dari HIV dan AIDS

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus atau virus imunodefisiensi manusia. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan menyebabkan penyakit yang dikenal dengan nama AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) atau sindrom kekebalan tubuh terbeli. HIV menyerang sel-sel sistem kekebalan tubuh, terutama sel yang disebut CD4 atau sel T.

Penularan HIV

HIV dapat ditularkan melalui berbagai cara, antara lain:

1. Melalui Kontak Seksual

Salah satu cara penularan HIV yang paling umum adalah melalui hubungan seksual dengan orang yang sudah terinfeksi. Penularan dapat terjadi baik melalui hubungan seksual heteroseksual maupun homoseksual. Penggunaan kondom saat berhubungan seks dapat mengurangi risiko penularan HIV.

2. Melalui Jarum Suntik

HIV dapat ditularkan melalui penggunaan jarum suntik yang sudah terkontaminasi. Hal ini sering terjadi pada pengguna narkoba yang menggunakan alat suntik secara bersama-sama tanpa sterilisasi yang memadai.

3. Dari Ibu ke Anak

Ibu yang terinfeksi HIV dapat menularkan virus ini kepada bayi mereka selama kehamilan, persalinan, atau menyusui. Namun, dengan pengobatan yang tepat, risiko penularan dari ibu ke anak dapat dikurangi secara signifikan.

Tanda dan Gejala HIV

Tanda dan gejala HIV dapat bervariasi pada setiap individu. Beberapa orang mungkin tidak mengalami gejala apa pun selama beberapa tahun setelah terinfeksi, sementara yang lain dapat mengalami gejala yang mirip dengan flu dalam waktu beberapa minggu setelah terinfeksi.

Gejala awal HIV dapat meliputi:

1. Demam

2. Sakit Kepala

3. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

4. Sakit Tenggorokan

Gejala-gejala ini umumnya berlangsung selama beberapa minggu dan kemudian mereda. Namun, virus HIV tetap aktif dalam tubuh dan dapat merusak sistem kekebalan tubuh seiring berjalannya waktu.

Pencegahan HIV

Untuk mencegah penularan HIV, berikut beberapa langkah yang dapat diambil:

1. Menggunakan Kondom

Penggunaan kondom saat berhubungan seksual dapat mengurangi risiko penularan HIV. Kondom harus digunakan dengan benar dan secara konsisten.

2. Menghindari Penggunaan Jarum Suntik Bersama

Jika Anda menggunakan jarum suntik, pastikan untuk menggunakan jarum yang steril dan tidak berbagi jarum dengan orang lain.

3. Mengonsumsi Obat Antiretroviral (ARV)

Bagi mereka yang telah terinfeksi HIV, mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) secara teratur dapat membantu menahan perkembangan virus dan mencegah penularan kepada orang lain.

Itulah beberapa informasi mengenai HIV atau Human Immunodeficiency Virus. Penting untuk memiliki pengetahuan yang baik mengenai virus ini agar dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat dan mengurangi risiko penularan.