Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah Candi Sewu


Sejarah Dibangunnya Candi Sewu 736 M

Pengenalan

Candi Sewu adalah kompleks candi Buddha yang terletak di Desa Prambanan, Kecamatan Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi ini merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang sangat penting di Indonesia. Dengan keindahan arsitektur dan kemegahan struktur bangunannya, Candi Sewu menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Asal Usul

Candi Sewu diyakini dibangun pada abad ke-9 oleh Kerajaan Mataram Kuno. Pada masa itu, Raja Rakai Panangkaran memerintah di Jawa Tengah. Candi ini dibangun sebagai tempat peribadatan agama Buddha dan menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan pada masa itu.

Arsitektur

Candi Sewu memiliki arsitektur yang sangat indah dan unik. Kompleks candi ini terdiri dari 249 candi yang terdiri dari candi induk, perwara, dan candi keluarga. Candi induk merupakan candi utama yang berukuran besar dan memiliki tiga tingkat. Di dalam candi ini terdapat patung Buddha dan relief-relief yang menggambarkan ajaran agama Buddha.

Candi Sewu juga memiliki perwara, yaitu candi-candi kecil yang mengelilingi candi induk. Perwara ini memiliki fungsi sebagai tempat upacara dan peribadatan. Di dalam perwara, terdapat relief-relief yang menggambarkan kisah-kisah Buddha dan ajaran-ajaran agama Buddha.

Selain itu, candi keluarga juga terdapat di kompleks Candi Sewu. Candi keluarga biasanya digunakan sebagai tempat peristirahatan para raja dan keluarganya.

Keunikan

Salah satu keunikan Candi Sewu adalah jumlah candinya yang sangat banyak. Tidak seperti candi-candi lainnya, Candi Sewu memiliki 249 candi yang terdiri dari berbagai ukuran dan bentuk. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang ingin menikmati keindahan dan kemegahan kompleks candi ini.

Keunikan lainnya adalah relief-relief yang terdapat di dalam candi. Relief-relief ini menggambarkan ajaran-ajaran agama Buddha dan kisah-kisah Buddha. Para pengunjung dapat mengenal lebih dekat ajaran Buddha dan menikmati keindahan seni ukir yang ada di candi ini.

Mitologi

Menurut mitologi Jawa, Candi Sewu memiliki kisah yang menarik. Konon, candi ini dibangun oleh seorang raksasa bernama Bandung Bondowoso. Dalam mitos tersebut, Bandung Bondowoso jatuh cinta pada Roro Jonggrang, putri dari Raja Boko.

Untuk membuktikan cintanya, Bandung Bondowoso berjanji akan membangun seribu candi dalam semalam. Namun, Roro Jonggrang mencoba mengelabui Bandung Bondowoso dengan membuat kegiatan yang sangat ribut, seperti menumbuk padi. Akibatnya, Ayam Jantan berkokok lebih awal, sehingga Bandung Bondowoso merasa waktu semalam sudah berlalu.

Marah karena dibohongi, Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang menjadi candi terakhir. Inilah mengapa Candi Sewu memiliki 999 candi dan Roro Jonggrang menjadi candi terakhir.

Pemugaran

Pada tahun 1996, Candi Sewu mengalami kerusakan akibat gempa bumi. Namun, pemerintah dan berbagai pihak berusaha untuk memugar dan mengembalikan keindahan candi ini. Pemugaran dilakukan dengan memperbaiki struktur bangunan yang rusak dan menjaga keaslian arsitektur candi.

Saat ini, Candi Sewu telah kembali berdiri megah dan menjadi salah satu destinasi wisata yang populer di Yogyakarta. Pengunjung dapat mengunjungi dan menjelajahi kompleks candi ini.

Wisata

Candi Sewu menjadi salah satu objek wisata yang menarik di Yogyakarta. Para pengunjung dapat menikmati keindahan arsitektur candi yang megah dan mengagumkan. Selain itu, pengunjung juga dapat belajar lebih banyak tentang sejarah dan kebudayaan Jawa.

Untuk mengunjungi Candi Sewu, pengunjung dapat memasuki kompleks candi dengan membayar tiket masuk yang terjangkau. Di dalam kompleks candi, terdapat papan informasi yang menjelaskan tentang sejarah dan keunikan Candi Sewu. Pengunjung juga dapat berjalan-jalan di sekitar kompleks candi dan mengambil foto-foto yang indah.

Tips Berkunjung

Berikut beberapa tips yang dapat membantu pengunjung saat berkunjung ke Candi Sewu:

  1. Kenakan pakaian yang nyaman dan sesuai dengan cuaca.
  2. Bawa air minum dan makanan ringan untuk menghindari dehidrasi.
  3. Jangan lupa membawa kamera untuk mengambil foto-foto indah.
  4. Patuhi peraturan yang ada di kompleks candi, seperti larangan merokok dan merusak candi.
  5. Jika perlu, gunakan pemandu wisata untuk mendapatkan penjelasan yang lebih detail tentang Candi Sewu.

Kesimpulan

Sejarah Candi Sewu yang kaya dan keindahan arsitektur candinya menjadikannya salah satu destinasi wisata yang menarik di Yogyakarta. Dengan pemugaran yang dilakukan, Candi Sewu telah kembali berdiri megah dan siap menyambut pengunjung dari berbagai daerah. Bagi pecinta sejarah dan kebudayaan, Candi Sewu adalah tempat yang tepat untuk mengenal lebih dekat sejarah dan kebudayaan Jawa.