Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah Berdirinya Negara Makedonia


Kerajaan Makedonia Kuno Sejarah Dunia Lengkap

Pendahuluan

Makedonia, atau juga dikenal sebagai Republik Makedonia Utara, adalah sebuah negara yang terletak di Balkan bagian tengah. Negara ini memiliki sejarah yang kaya dan panjang, dengan akarnya yang berasal dari zaman kuno. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi sejarah berdirinya negara Makedonia dan bagaimana negara ini berkembang menjadi apa yang kita kenal saat ini.

Pra-Sejarah

Wilayah yang sekarang dikenal sebagai Makedonia telah dihuni oleh manusia sejak zaman prasejarah. Bukti arkeologi menunjukkan bahwa manusia pertama yang tinggal di daerah ini berasal dari periode Neolitikum, sekitar 7000 SM. Makedonia juga merupakan bagian dari beberapa kerajaan kuno seperti Kerajaan Makedonia, Kerajaan Romawi, dan Kekaisaran Bizantium.

Makedonia Kuno

Makedonia mencapai kejayaannya pada abad ke-4 SM di bawah kepemimpinan Raja Philip II dan putranya, Aleksander Agung. Philip II berhasil menyatukan berbagai suku di Makedonia dan membangun kekuatan militer yang kuat. Setelah kematian Philip II, Aleksander Agung mengambil alih tahta dan memulai penaklukan terkenalnya yang membawanya hingga ke Asia Tengah.

Pada masa Aleksander Agung, Makedonia menjadi salah satu kekuatan terbesar di dunia. Namun, setelah kematian Aleksander Agung pada tahun 323 SM, kerajaan Makedonia terpecah menjadi beberapa kerajaan kecil yang saling berperang. Makedonia kemudian jatuh ke tangan Kekaisaran Romawi pada abad ke-2 SM dan menjadi provinsi Romawi.

Masa Kekaisaran Bizantium

Pada abad ke-4 M, Kekaisaran Romawi terpecah menjadi dua, yaitu Romawi Barat dan Romawi Timur. Makedonia termasuk dalam wilayah Romawi Timur yang kemudian berkembang menjadi Kekaisaran Bizantium. Selama masa Bizantium, Makedonia mengalami banyak perubahan dalam hal budaya dan kekuasaan politik.

Makedonia menjadi bagian dari Kekaisaran Bizantium selama berabad-abad dan mengalami serangkaian invasi oleh bangsa Slavia, Bulgaria, dan Turki Ottoman. Pada abad ke-14, wilayah Makedonia jatuh ke tangan Kesultanan Ottoman dan menjadi bagian dari kekaisaran tersebut selama lebih dari lima abad.

Kemerdekaan Makedonia

Pada abad ke-19, bangkit semangat nasionalisme di Eropa yang juga dirasakan oleh masyarakat Makedonia. Pada awal abad ke-20, Makedonia berusaha untuk meraih kemerdekaannya dan memisahkan diri dari Kesultanan Ottoman yang sedang melemah. Namun, upaya ini tidak berhasil dan Makedonia tetap berada di bawah kekuasaan Ottoman.

Situasi berubah setelah berakhirnya Perang Balkan pada tahun 1912-1913. Kesultanan Ottoman melemah dan negara-negara Balkan lainnya, termasuk Bulgaria, Yunani, dan Serbia, berhasil merebut sebagian wilayah Makedonia. Pada tahun 1944, Makedonia menjadi bagian dari Republik Federatif Sosialis Yugoslavia dan berada di bawah pemerintahan Josip Broz Tito.

Perpecahan Yugoslavia dan Kemerdekaan Makedonia Utara

Pada tahun 1991, Yugoslavia mengalami perpecahan dan negara-negara yang merupakan bagian dari federasi tersebut memisahkan diri. Pada tanggal 8 September 1991, Makedonia menyatakan kemerdekaannya dari Yugoslavia dengan nama Republik Makedonia. Namun, nama negara ini menjadi sumber kontroversi dengan Yunani yang memiliki provinsi dengan nama yang sama.

Setelah negosiasi yang panjang, pada tahun 2019, Makedonia dan Yunani mencapai kesepakatan untuk mengubah nama negara menjadi Republik Makedonia Utara. Perubahan nama ini mengakhiri sengketa yang berlangsung selama puluhan tahun antara kedua negara dan membuka jalan bagi Makedonia untuk menjadi anggota Uni Eropa dan NATO.

Kesimpulan

Sejarah berdirinya negara Makedonia sangat panjang dan rumit. Dari zaman kuno hingga masa modern, Makedonia telah mengalami perubahan politik dan budaya yang signifikan. Dengan merdeka pada tahun 1991 dan perubahan nama menjadi Republik Makedonia Utara, negara ini mengakhiri sengketa dengan Yunani dan bergerak maju sebagai anggota Uni Eropa dan NATO. Sejarah Makedonia adalah bukti kekuatan ketahanan bangsa ini dan sumber inspirasi bagi generasi mendatang.