Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah Candi Kethek: Keajaiban Arsitektur Di Indonesia


Candi Kethek, Candi Tersembunyi di Lereng Gunung Lawu Berita Feature

Pengantar

Indonesia adalah negara yang kaya akan kebudayaan dan sejarah. Salah satu warisan budaya yang tak ternilai harganya adalah candi-candi kuno yang tersebar di berbagai wilayah. Salah satu candi yang menarik perhatian adalah Candi Kethek. Dikenal dengan keunikan arsitektur dan keindahan ukiran batu, Candi Kethek menjadi destinasi wisata yang populer di Indonesia.

Asal Usul Candi Kethek

Candi Kethek terletak di Dusun Kethek, Desa Ngargosari, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Candi ini didirikan pada masa Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-9 Masehi. Dikatakan bahwa Candi Kethek awalnya dibangun sebagai tempat peribadatan bagi umat Hindu dan Buddha.

Candi ini juga memiliki nama lain yaitu Candi Bubrah karena kondisinya yang sudah rusak. Nama Kethek sendiri berasal dari kata "ketek" yang dalam bahasa Jawa berarti "rusak". Candi ini mengalami kerusakan parah akibat gempa bumi pada abad ke-16. Namun, meskipun rusak, Candi Kethek tetap memancarkan pesona dan keindahan yang tak tergantikan.

Keunikan Arsitektur Candi Kethek

Candi Kethek memiliki keunikan arsitektur yang membedakannya dari candi-candi lainnya di Indonesia. Candi ini terdiri dari dua candi yang berdampingan, yaitu Candi Perwara dan Candi Utama. Candi Perwara merupakan candi pendamping yang biasa digunakan untuk upacara keagamaan. Sedangkan Candi Utama adalah candi utama yang menjadi tempat peribadatan utama.

Salah satu keunikan Candi Kethek adalah struktur atapnya yang berbentuk seperti puncak daun kelapa yang terlihat miring. Atap candi ini terbuat dari batu dan memiliki ukiran-ukiran yang halus dan indah. Selain itu, dinding candi juga dihiasi dengan relief-relief yang menceritakan kisah-kisah legenda dan mitologi.

Keindahan Ukiran Batu Candi Kethek

Candi Kethek terkenal dengan keindahan ukiran batunya yang sangat detail dan halus. Ukiran-ukiran tersebut menggambarkan berbagai motif seperti bunga, daun, dan hewan-hewan mitologi. Salah satu ukiran yang paling terkenal adalah ukiran kepala kethuk atau monyet yang terletak di bagian bawah atap candi.

Keindahan ukiran batu ini menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung. Mereka dapat menyaksikan keindahan dan kepiawaian para pengrajin batu pada masa itu. Kehalusan dan ketelitian dalam membuat ukiran batu tersebut menunjukkan tingkat keahlian yang tinggi dalam bidang seni rupa.

Rekonstruksi dan Pelestarian Candi Kethek

Meskipun Candi Kethek mengalami kerusakan yang cukup parah, pemerintah dan masyarakat setempat telah melakukan upaya untuk merekonstruksi dan melestarikan candi ini. Pada tahun 2018, dilakukan proyek rekonstruksi yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta.

Proyek rekonstruksi ini bertujuan untuk mengembalikan Candi Kethek ke bentuknya yang semula. Beberapa bagian candi yang rusak telah berhasil direstorasi dan kini dapat dilihat oleh para pengunjung. Selain itu, pemerintah juga melakukan pengawasan dan perawatan rutin agar candi tetap terjaga keberadaannya.

Candi Kethek sebagai Destinasi Wisata

Candi Kethek telah menjadi salah satu destinasi wisata yang populer di Indonesia. Keindahan dan keunikan arsitektur candi ini mampu menarik minat wisatawan dari dalam dan luar negeri. Para pengunjung dapat menikmati pesona candi yang indah sambil belajar tentang sejarah dan kebudayaan di Indonesia.

Di sekitar candi juga terdapat fasilitas-fasilitas pendukung seperti area parkir, toilet, dan warung makan. Hal ini membuat pengunjung dapat menikmati kunjungan mereka dengan nyaman. Selain itu, terdapat juga pemandu wisata yang siap membantu para pengunjung dalam menjelajahi candi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai sejarah candi ini.

Tips Berkunjung ke Candi Kethek

Bagi Anda yang ingin berkunjung ke Candi Kethek, berikut beberapa tips yang dapat Anda ikuti:

1. Persiapkan diri secara fisik

Sebelum berkunjung, pastikan Anda dalam kondisi fisik yang sehat dan bawa perlengkapan yang dibutuhkan seperti topi, kacamata hitam, dan air minum.

2. Gunakan pakaian yang nyaman

Karena Anda akan berjalan di sekitar candi, gunakanlah pakaian yang nyaman dan tidak mengganggu pergerakan Anda.

3. Patuhi aturan yang berlaku

Ikuti petunjuk dan aturan yang ditetapkan oleh pengelola candi. Jangan merusak atau mengambil barang dari candi sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya kita.

4. Gunakan pemandu wisata

Jika Anda ingin mendapatkan informasi yang lebih lengkap tentang Candi Kethek, gunakanlah jasa pemandu wisata yang tersedia di lokasi.

5. Jaga kebersihan

Buang sampah pada tempatnya dan jaga kebersihan sekitar candi agar tetap indah dan terjaga.

Kesimpulan

Candi Kethek adalah salah satu keajaiban arsitektur di Indonesia yang patut untuk dikunjungi. Keunikan arsitektur dan keindahan ukiran batu candi ini menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung. Dengan rekonstruksi dan pelestarian yang dilakukan, Candi Kethek tetap dapat dilestarikan dan dinikmati oleh generasi mendatang. Jadi, jangan lupa kunjungi Candi Kethek saat Anda berada di Yogyakarta!