Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Proses Pembentukan Batuan


6 Siklus Batuan di Bumi dan Penjelasannya

Apa itu Batuan?

Batuan adalah benda padat yang terbentuk dari material mineral yang saling terikat. Batuan dapat ditemukan di berbagai tempat di permukaan bumi, baik di daratan maupun di bawah laut. Proses pembentukan batuan melibatkan berbagai kekuatan dan perubahan yang terjadi selama jutaan tahun. Ada tiga jenis batuan utama, yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf.

Pembentukan Batuan Beku

Pembekuan dari Lava dan Magma

Batuan beku terbentuk ketika magma, yang merupakan cairan panas di dalam bumi, mendingin dan membeku. Ketika magma terbuka ke permukaan bumi, itu disebut lava. Batuan beku yang terbentuk dari lava dikenal sebagai batuan beku ekstrusif atau vulkanik, seperti basal dan andesit. Sementara itu, batuan beku yang terbentuk di dalam bumi disebut batuan beku intrusif atau plutonik, contohnya granit dan diorit.

Pembentukan Kristal

Ketika magma atau lava mendingin, mineral yang ada di dalamnya mulai kristalisasi dan membentuk struktur kristal yang berbeda. Proses ini membutuhkan waktu yang lama, tergantung pada suhu dan tekanan lingkungan. Kristal yang terbentuk dalam batuan beku memberikan kepadatan dan kekuatan yang khas pada batuan tersebut.

Pembentukan Batuan Sedimen

Pengendapan dan Pengerutan

Batuan sedimen terbentuk melalui proses pengendapan dan pengerutan material yang terbawa oleh air, angin, atau es. Ketika air mengalir dengan kecepatan tinggi, ia dapat membawa bebatuan yang kemudian mengendap dan membentuk batuan sedimen. Proses ini membutuhkan waktu yang sangat lama, terkadang berjuta-juta tahun. Contoh batuan sedimen adalah batu pasir, batu lempung, dan batu kapur.

Proses Kompaksi dan Lithifikasi

Setelah terjadi pengendapan, material sedimen mengalami proses kompaksi, di mana tekanan dari atas menekan sedimen ke bawah. Selama proses ini, air di antara partikel sedimen diusir, dan partikel-partikel tersebut saling terikat menjadi padat. Proses ini disebut lithifikasi. Setelah lithifikasi terjadi, batuan sedimen terbentuk.

Pembentukan Batuan Metamorf

Pergantian Suhu dan Tekanan

Batuan metamorf terbentuk melalui perubahan fisika dan kimia dari batuan beku atau batuan sedimen yang terkena suhu dan tekanan tinggi. Proses ini terjadi di dalam kerak bumi, di daerah yang disebut zona metamorf. Ketika batuan terkena suhu dan tekanan yang tinggi, mineral dan struktur batuan berubah, membentuk batuan metamorf seperti marmer, ardesit, dan gneiss.

Proses Metasomatik

Selain perubahan suhu dan tekanan, batuan metamorf juga dapat terbentuk melalui proses metasomatik. Proses ini melibatkan interaksi antara batuan dengan fluida, seperti air atau larutan mineral. Selama proses ini, mineral baru dapat terbentuk dan mengubah komposisi batuan asal. Contoh batuan metamorf yang terbentuk melalui proses metasomatik adalah skarn dan hornfels.

Kesimpulan

Proses pembentukan batuan melibatkan berbagai kekuatan dan perubahan di dalam bumi selama jutaan tahun. Batuan beku terbentuk dari pembekuan magma atau lava, sementara batuan sedimen terbentuk melalui pengendapan, pengerutan, kompaksi, dan lithifikasi. Batuan metamorf terbentuk melalui perubahan fisika dan kimia dari batuan beku atau batuan sedimen yang terkena suhu dan tekanan tinggi, baik melalui proses pergantian suhu dan tekanan maupun proses metasomatik. Pengetahuan tentang proses pembentukan batuan dapat membantu dalam pemahaman tentang sejarah bumi dan proses geologi yang terjadi di dalamnya.