Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah Berdirinya Kerajaan Ternate


Sejarah Kerajaan Ternate Masa Kejayaan, Keruntuhan, Silsilah Raja dan

Asal Usul Kerajaan Ternate

Kerajaan Ternate adalah salah satu kerajaan tertua di Indonesia, yang berdiri pada abad ke-13. Kerajaan ini terletak di Pulau Ternate, Maluku Utara. Sejarah kerajaan ini dimulai dari legenda tentang putri dari Kerajaan Bacan yang bernama Kie Masege, yang menikah dengan seorang pangeran asal Tidore. Dari perkawinan mereka, lahir seorang putra yang diberi nama Baab Mashur Malamo.

Pembentukan Kerajaan Ternate

Saat Baab Mashur Malamo dewasa, ia memimpin sebuah ekspedisi ke daerah sekitar Ternate. Di sana, ia berhasil mempersatukan beberapa suku yang ada dan membentuk sebuah kerajaan. Baab Mashur Malamo kemudian dinobatkan sebagai Raja Ternate pertama pada tahun 1257 Masehi.

Pengaruh Islam di Kerajaan Ternate

Pada abad ke-15, Islam mulai masuk ke Ternate dan menjadi agama yang dominan di sana. Raja-raja Ternate yang memeluk agama Islam juga memerintah dengan mengikuti hukum syariah. Selain itu, mereka juga menjalin hubungan dengan kerajaan-kerajaan Islam di dunia Melayu, seperti Melaka dan Aceh.

Peningkatan Ekonomi di Kerajaan Ternate

Pada abad ke-16, Kerajaan Ternate menjadi salah satu pusat perdagangan rempah-rempah di dunia. Pala dan cengkih menjadi komoditas yang sangat berharga dan menjadi sumber kekayaan utama kerajaan ini. Kerajaan Ternate juga menjalin hubungan perdagangan dengan negara-negara Eropa, seperti Portugis, Belanda, dan Inggris.

Perang Ternate-Kesultanan Tidore

Kerajaan Ternate selalu bersaing dengan Kesultanan Tidore dalam perebutan kekuasaan atas kawasan Maluku. Perang antara kedua kerajaan ini sering terjadi, dan pada akhirnya Ternate berhasil mengalahkan Tidore pada tahun 1575. Setelah itu, Ternate menjadi kerajaan yang paling kuat dan terkenal di Maluku.

Masa Penjajahan di Kerajaan Ternate

Pada abad ke-17, Belanda mulai memasuki wilayah Maluku dan menjajah kerajaan-kerajaan di sana. Kerajaan Ternate juga tidak luput dari penjajahan Belanda, dan pada tahun 1683 kerajaan ini akhirnya jatuh ke tangan Belanda. Meskipun demikian, Raja Ternate masih diberi kebebasan untuk memerintah di dalam kerajaannya.

Kerajaan Ternate pada Zaman Kemerdekaan

Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, Kerajaan Ternate dimerdekakan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1950. Raja Ternate saat itu, yaitu Sultan Mudaffar Sjah II, tetap diberi gelar dan diakui oleh pemerintah Indonesia sebagai kepala kerajaan. Meskipun demikian, status kerajaan di Indonesia hanya bersifat simbolis dan tidak memiliki kekuatan politik.

Perkembangan Kerajaan Ternate Saat Ini

Saat ini, Kerajaan Ternate masih ada dan diperankan oleh Sultan Ternate yang merupakan keturunan langsung dari Raja Baab Mashur Malamo. Meskipun statusnya hanya bersifat simbolis, tetapi kerajaan ini masih memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Ternate. Sultan Ternate juga aktif dalam menjaga dan melestarikan budaya dan tradisi Ternate.

Kesimpulan

Sejarah Kerajaan Ternate sangat panjang dan beragam, dari awal pembentukan hingga masa penjajahan dan kemerdekaan. Meskipun demikian, kerajaan ini berhasil bertahan dan tetap menjadi salah satu kerajaan tertua di Indonesia. Peran penting dalam perdagangan rempah-rempah dan perjuangan melawan penjajahan juga membuat Kerajaan Ternate menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia.